SEO Bisa Menjadi Alat Promosi Wisata Yang Sangat Murah

Menteri Pariwisata Arief Yahya di sini, Jumat malam, meluncurkan Kalender Acara Aceh 2019 untuk mempromosikan tempat-tempat wisata di provinsi paling barat negara itu di Aceh Darussalam. Penjabat Gubernur Aceh Nova Iriansyah mengatakan bahwa peluncuran Kalender Acara Aceh menunjukkan komitmen pemerintah provinsi Aceh untuk mendukung program pariwisata pemerintah pusat. Peluncuran Kalender Acara Aceh 2019 adalah bukti keseriusan kami dalam mendukung program pemerintah untuk mencapai target 20 juta kedatangan wisatawan asing di Indonesia, Iriansyah mencatat di sini, Sabtu.

Kalender acara terdiri dari 10 acara top Aceh dan 90 acara utama provinsi. 10 acara teratas termasuk Aceh Culinary Fest 2019, Saman Gayo Alas Fest, dan Aceh Diving Fest, yang telah menjadi bagian dari 100 Kalender Acara Wonderful Indonesia 2019.

SEO Bisa Menjadi Alat Promosi Wisata Yang Sangat Murah. Konsultasikan web Anda dengan jasa seo bulanan profesional terbaik organik berkualitas. The Light of Aceh adalah branding pariwisata Aceh dan co-branding Wonderful Indonesia. Sebagai salah satu tujuan budaya halal terbaik di dunia, Aceh telah menjadi tujuan wisata halal yang telah memenuhi standar Indeks Perjalanan Muslim Indonesia (IMTI), dan sesuai dengan standar Indeks Perjalanan Muslim Global (GMTI).

Pemerintahan Aceh telah meningkatkan fasilitas dan infrastruktur untuk mendukung industri pariwisata. Dia telah mendesak pemerintah pusat untuk mendorong pembukaan rute penerbangan baru yang menghubungkan Aceh dengan Malaysia dan Thailand, khususnya, dan untuk membangun bandara komersial di Sabang di Pulau Weh, salah satu pulau paling indah di Provinsi Aceh.

Duta Besar Uni Eropa (UE) untuk Indonesia Vincent Guérend menyatakan bahwa pasar UE, yang terdiri dari 28 negara anggota, sepenuhnya terbuka untuk minyak sawit.

Kita seharusnya tidak melupakan gambaran besarnya. Pasar UE (28 negara anggota) sepenuhnya terbuka untuk minyak sawit. Tidak ada yang namanya larangan minyak sawit, kata Guérend dalam pernyataan yang diterima di sini, Jumat. Regulasi Komisi Eropa yang didelegasikan ini bukanlah awal atau akhir dari proses kebijakan, melainkan hanya satu langkah lagi dalam perjalanan panjang dan kolektif menuju pembangunan berkelanjutan dan netralitas karbon, kata Guérend.

UE adalah pasar minyak kelapa sawit Indonesia terbesar kedua, setelah India tetapi sebelum Cina.

Sebagian besar minyak sawit Indonesia memasuki UE dengan tarif nol atau sangat rendah, khususnya 22 persen tanpa bea masuk dan 55 persen di bawah 5,1 persen. Hal yang sama tidak dapat dikatakan untuk pasar impor lainnya, Duta Besar Guérend menunjukkan.

Sebagai pembela aturan berdasarkan aturan, kami mematuhi aturan WTO dan mematuhi putusannya, katanya. Dalam hal ini, UE memandang RED II dan tindakan yang didelegasikan sebagai WTO yang kompatibel karena RED II menetapkan kriteria keberlanjutan untuk biofuel dan biomassa yang bersifat global, objektif, dan tidak diskriminatif, kata duta besar tersebut.

Kriteria keberlanjutan ini tidak memilih bahan bakar nabati atau bahan baku tertentu. Kriteria keberlanjutan REDII mengidentifikasi biofuel berkelanjutan yang memenuhi syarat untuk dukungan publik atau dipertanggungjawabkan terhadap UE dan target energi terbarukan nasional. Mereka tidak membatasi akses pasar biofuel impor ke UE, Duta Besar Guerend mengatakan.

Dia mengungkapkan bahwa Uni Eropa berkomitmen untuk mengimplementasikan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan PBB, baik dalam kebijakan internal maupun eksternal. Ini adalah upaya bersama untuk UE, semua negara anggota UE, dan Indonesia.

Pintu kami selalu terbuka dan akan tetap demikian untuk diskusi dan dialog jujur dengan pemerintah Indonesia dan pemangku kepentingan lain tentang masalah ini, kata duta besar tersebut.