Investasi Sektor Pendidikan Tinggi Untuk Peningkatan SDM

IA-CEPA juga akan lebih meningkatkan beberapa saluran bisnis, termasuk ekspor pertanian Australia, dan ekspor kertas dan minyak sawit Indonesia. Selain itu, sektor investasi dan layanan, seperti kesehatan dan pendidikan, juga tercakup dalam perjanjian. Kedua negara akan membangun kemitraan yang menggabungkan layanan dan kemitraan di sektor-sektor yang menarik bagi Indonesia, seperti sektor kesehatan dan pendidikan, serta pelatihan, kata Wakil Presiden Indonesia M Jusuf Kalla ketika menyaksikan penandatanganan perjanjian.

Di sektor jasa, kedua negara akan mengeksplorasi kerja sama di sektor pertambangan, energi, besi dan baja, keuangan, kejuruan dan pendidikan tinggi, pariwisata, kesehatan, dan agribisnis. Investasi di sektor kejuruan dan pendidikan tinggi telah menjadi salah satu fokus kerja sama untuk peningkatan kualitas SDM.

Agenda utama berikutnya untuk Indonesia adalah meningkatkan kualitas sumber daya manusia untuk membuat kita lebih kompetitif. Saya sedang menunggu investasi di universitas dan pelatihan dan pendidikan kejuruan di Indonesia, ia menjelaskan. Wakil presiden telah menyatakan harapannya bahwa perjanjian itu akan meningkatkan hubungan bilateral dan membuka peluang bisnis yang lebih luas bagi masyarakat di kedua negara.

Baca juga jasa seo murah profesional terbaik berkualitas.

IA-CEPA adalah perjanjian yang berbeda dari yang kami miliki dengan negara lain. IA-CEPA didasarkan pada tujuan strategis untuk tumbuh bersama sebagai negara tetangga, menurut Kalla. Dia menyatakan optimismenya bahwa CEPA antara Indonesia dan Australia dapat menjadi tonggak baru dalam meningkatkan hubungan bilateral antara kedua negara, dan simbol kemitraan yang saling menguntungkan, tidak hanya untuk hari ini tetapi juga untuk masa depan.

Membangun kemitraan dengan Australia adalah penting bagi Indonesia, mengingat kedua negara memiliki kedekatan geografis dan ekonomi. Berbagai produk furnitur dan desain interior kayu Indonesia menarik pengunjung ke stan Indonesia di Pameran Wohnen & Interiuer di Wina, Austria, yang diselenggarakan pada 9-17 Maret. klik disini.

Kedutaan Besar Republik Indonesia / PTRI di Wina menyelenggarakan untuk kedua kalinya Pameran Wohnen & Interiuer, acara pameran furnitur tahunan terbesar di Austria, dengan 10 pengusaha UMKM besar, Duta Besar Indonesia untuk Wina, Austria, Dr Darmansyah Djumala mencatat dalam pernyataan tertulis yang diterima oleh Antara London pada hari Senin.

Pada pembukaan pameran, Duta Besar Djumala menyoroti potensi besar ekspor produk kayu Indonesia ke Austria. Ini terlihat dari peningkatan signifikan ekspor 278 persen dari 2016 hingga 2018. Djumala mengatakan angka ini mencerminkan peluang yang diyakini pengusaha tidak boleh dilewatkan. Dengan berpartisipasi dalam pameran ini, Djumala mengatakan mereka tertarik untuk lebih mempromosikan potensi ini, sehingga dapat direalisasikan menjadi kegiatan bisnis nyata.

Acara ini menawarkan platform bagi perusahaan furnitur Indonesia dan Austria untuk mengadakan pertemuan empat mata, bertukar kontak, dan menindaklanjuti dengan kemitraan bisnis yang konkret, Duta Besar Djumala menjelaskan. Dia mengatakan Indonesia adalah negara pertama di dunia yang dapat mengeluarkan lisensi Penegakan Hukum Hutan, Pemerintahan dan Perdagangan atau FLEGT. Visit web.

Dengan lisensi ini, legalitas produk kayu Indonesia yang diekspor ke Uni Eropa telah dijamin dan tentunya diproduksi dengan memperhatikan kelestarian lingkungan. Oleh karena itu, Indonesia harus mengoptimalkan prosedur perizinan FLEGT untuk mendorong ekspor kayu dan produk berbasis kayu ke Eropa, termasuk Austria.

Untuk mendorong penggunaan Lisensi FLEGT secara optimal, Forum Bisnis antara Indonesia dan Austria diadakan di sela-sela pameran. Pada kesempatan itu, perwakilan dari kedua negara, baik dari pemerintah dan pengusaha, akan memanfaatkan kesempatan untuk mengadakan dialog dalam menggunakan Lisensi FLEGT dan membahas berbagai kendala dan tantangan yang dihadapi dalam mengimplementasikan FLEGT dan menemukan solusi.