Efek Musiman Mendorong Defisit Perdagangan Ekspor

Caryanto mencatat bahwa pasang surut yang disaksikan oleh industri penerbangan telah mengakibatkan beberapa insinyur penerbangan kehilangan fokus. Karenanya, Caryanto menyoroti pentingnya mengeluarkan cetak biru untuk mengintegrasikan semua elemen untuk mendorong industri penerbangan nasional. Sekretaris IAEC optimis bahwa gugus tugas akan bekerja segera untuk memperoleh bahan dan ide yang relevan untuk mengeluarkan cetak biru untuk mengembangkan industri penerbangan nasional. Kami akan segera mengadakan pertemuan untuk membahas diskusi tentang cetak biru untuk memajukan industri penerbangan nasional yang akan kami luncurkan di aerosummit, katanya.

Sejalan dengan rencana tersebut, peluncuran cetak biru ditetapkan untuk bulan September. Kami harus berusaha keras karena hanya beberapa bulan tersisa sebelum aerosummit, tambahnya. Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita telah mempertahankan ketenangannya dan tetap tidak terpengaruh oleh defisit perdagangan kuartal pertama yang mencapai US $ 193,4 juta karena impor nasional sebagian besar merupakan bahan baku untuk industri.

Kami tidak terlalu terganggu oleh defisit kuartal pertama karena impor kami sebagian besar terdiri dari bahan baku. Ini menunjukkan kenaikan pertumbuhan industri kami, menteri menjelaskan saat menghadiri KTT Industri Indonesia 2019 yang diadakan di ICE BSD, Tangerang, Provinsi Banten, pada hari Selasa. Lukita mencatat bahwa dalam skenario seperti itu, industri nasional menunjukkan pertumbuhan di bidang volume, kapasitas, dan investasi baru, terutama di zona ekonomi khusus.

Oleh karena itu, efek musiman mendorong defisit perdagangan ekspor, sementara ekspor negara akan naik di masa depan karena infrastruktur dan industri yang berorientasi ekspor akan menerima dorongan, jelasnya. Barang-barang yang diproduksi oleh industri akan berfungsi sebagai pengganti barang-barang impor dan mendorong industri yang berorientasi ekspor, sehingga pada akhirnya berkontribusi untuk mempersempit defisit perdagangan.

Baca juga artikel tentang jasa seo murah terbaik berkualitas bagus

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa Indonesia telah mencatat surplus perdagangan sebesar $ 540 juta pada Maret 2019 dari $ 330 juta pada Februari. Namun, Indonesia belum mencatat defisit perdagangan sebesar $ 0,19 miliar pada kuartal pertama 2019, Kepala BPS Suhariyanto menyatakan pada konferensi pers di Kantor BPS, Jakarta, pada hari Senin.

Neraca perdagangan migas Indonesia secara konsisten mencatat defisit selama periode Januari-Maret 2019 meskipun terdapat surplus dalam neraca perdagangan nonmigas. Kami senang menyadari surplus dalam beberapa bulan mendatang, dengan penerapan kebijakan pemerintah untuk meningkatkan ekspor sambil secara bersamaan mengurangi impor, jelasnya.

Suhariyanto telah mengisyaratkan bahwa lingkungan ekonomi global menjadi semakin menantang, sehingga mengakibatkan penurunan permintaan komoditas ekspor Indonesia di pasar utama, sementara harga komoditas global akan terus berfluktuasi.

Info terkait dengan seo serta menggunakan seo.

Peneliti Centre for Indonesian Policy (CIPS) Putu Rusta Adijaya sebelumnya menyarankan bahwa pemerintah tetap berhati-hati atas surplus perdagangan Februari tahun ini sebesar $ 330 juta yang timbul dari penurunan impor, khususnya bahan baku dan barang tambahan. Proyeksi perlambatan ekonomi Tiongkok dan perang dagang AS-Cina dipandang sebagai faktor pemicu utama.

Perlambatan adalah hasil dari penurunan permintaan dari mereka. Bahkan, ekspor tetap menjadi komponen utama pertumbuhan ekonomi China, ia menekankan. Kepala BPS percaya bahwa Indonesia harus menanggung beban kebijakan apa pun yang diadopsi oleh Amerika Serikat karena itu merupakan salah satu tujuan ekspor utama. Amerika Serikat, di bawah kepresidenan Presiden Donald Trump, telah bekerja secara konsisten untuk meningkatkan ekspor di sektor minyak dan gas sementara pada saat yang sama membatasi impor minyak dan gas, termasuk yang dari Indonesia, katanya.